Ingin berwirausaha? Tidak ada salahnya jika Anda mengunjungi pameran produk usaha kecil dan menengah yang digelar di UKM Convention Center, SMESCO, Jakarta, Kamis (3/2/2011).
Dalam pameran tersebut, ditampilkan puluhan hasil produk UKM seperti kerajinan tangan, barang pakai, produk kecantikan, dan makanan. Harga yang ditawarkan para peserta pameran bertajuk "Gerakan Kewirausahaan Nasional" itu pun cukup bersaing.
Sandal kulit sapi misalnya, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 95.000 tergantung modelnya. Atau, sandal hasil olahan sampah kemasan sabun yang harganya Rp 60.000.
Minggu, 06 Februari 2011
Selasa, 01 Februari 2011
Pusat Kerajinan Kelapa Terancam Mubazir
Rencana pembangunan pusat showroom dan workshop kerajinan industri berbahan baku batang kelapa oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Biak, Papua, terancam mubazir. Hal itu karena mendapat" penolakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, padahal tahap pertama sudah dikerjakan dengan menelan dana Otsus 2010 mencapai Rp400 juta lebih atau tahap pembangunannya sudah mencapai 40 persen. Workshop berukuran 10 x 32 meter itu berlokasi di kampung Manswam-Mokmer tepatnya di belakang bengkel UPT kayu.
Untuk penyelesaiannya pada tahun ini dalam tahap II, Disperindag telah program-kan kembali senilai Rp500 juta lebih, namun bagian perencanaan pembangunan daerah menolaknya. Pasarnya, alokasi dana Otsus untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut untuk tahun ini mengalami penurunan.
Untuk penyelesaiannya pada tahun ini dalam tahap II, Disperindag telah program-kan kembali senilai Rp500 juta lebih, namun bagian perencanaan pembangunan daerah menolaknya. Pasarnya, alokasi dana Otsus untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut untuk tahun ini mengalami penurunan.
Senin, 31 Januari 2011
Hilirisasi Industri Rumput Laut Mampu Angkat Ekonomi Pesisir
Rumput laut barangkali tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Selain mudah didapatkan karena dijual di pasar tradisional dan supermarket, bahan pangan ini tumbuh hampir di seluruh perairan Indonesia. Sayangnya, potensi ekonomi komoditas laut ini belum optimal termanfaatkan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, rumput laut masih diekspor dalam bentuk gelondongan.
Jika ekspor rumput laut dalam bentuk mentah terus berlangsung, maka kekayaan potensi laut Indonesia sepenuhnya dinikmati negara asing. Masyarakat pesisir yang sejatinya menikmati kekayaan rumput laut, nanti hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Cita-cita pemerintah menyerap tenaga kerja, menekan angka kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lewat pengembangan seluruh potensi alam berpeluang melambat.
Minggu, 30 Januari 2011
Modal 2 Juta Kini Omzet Puluhan Juta
Usaha jasa harus selalu kreatif. Ini salah satu kelebihan layanan yang ditawarkan DokterKomputer.com. Selain siap 24 jam memenuhi panggilan, layanan ini juga menyediakan komputer pengganti selagi milik pelanggan diperbaiki.
Meski pelaku usaha di bidang komputer sudah menjamur, bukan berarti peluang yang tersedia semakin kecil. Buktinya, lewat berbagai bentuk pelayanan yang kreatif, Iim Rusyamsi sukses bersaing dalam dunia bisnis komputer dengan usahanya DokterKomputer.com. Bahkan, pria kreatif ini terus memperluas jala bisnisnya melalui kemitraan usaha kewaralabaan.
Meski pelaku usaha di bidang komputer sudah menjamur, bukan berarti peluang yang tersedia semakin kecil. Buktinya, lewat berbagai bentuk pelayanan yang kreatif, Iim Rusyamsi sukses bersaing dalam dunia bisnis komputer dengan usahanya DokterKomputer.com. Bahkan, pria kreatif ini terus memperluas jala bisnisnya melalui kemitraan usaha kewaralabaan.
Triyono, Juragan Agrobisnis Beromzet Milyaran
Mungkin kita perlu mencontoh semangat Triyono, finalis tingkat nasional Penghargaan Wirausahawan Mandiri 2010 ini. Meski memiliki kekurangan fisik, ia berhasil mendirikan usaha di bidang agribisnis peternakan dan berhasil mencetak omzet hingga Rp 3 miliar per tahun.
Fisik Triyono memang tak sempurna. Meski ketika berjalan harus ditopang kruk yang mengapit di kedua lengannya, ia berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu memberikan manfaat kepada orang lain.
Ketika ditemui KONTAN, Rabu (19/1/2011) di Jakarta, Triyono terlihat semringah. Berkali-kali ia tersenyum ketika menceritakan awal memulai bisnis. Bukan mengingat kenangan manis, tapi justru soal kesulitan dan tantangan yang ia hadapi saat membangun bisnis peternakan di Sukoharjo.
Fisik Triyono memang tak sempurna. Meski ketika berjalan harus ditopang kruk yang mengapit di kedua lengannya, ia berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu memberikan manfaat kepada orang lain.
Ketika ditemui KONTAN, Rabu (19/1/2011) di Jakarta, Triyono terlihat semringah. Berkali-kali ia tersenyum ketika menceritakan awal memulai bisnis. Bukan mengingat kenangan manis, tapi justru soal kesulitan dan tantangan yang ia hadapi saat membangun bisnis peternakan di Sukoharjo.
Agar Toko Online Kian Dilirik
Bisnis daring (online) yang dimiliki Inta Heruwanto (28 tahun) nyaris satu tahun berdiri. Inta pun bersyukur lantaran bisnis makanan bayi yang digarapnya bersama ibu dan kakaknya kian banyak menerima pesanan. Tak ayal, ketertarikan pelanggan yang makin besar itu menimbulkan kesibukan baru bagi Inta.
Bukan berkutat pada memasak di dapur, Inta justru disibukkan oleh pertanyaan pelanggan seputar menu yang disodorkan toko daringnya di mammakanin.multiply.com. "Mereka suka bertanya, kenapa kok foto menunya lama di-download. Atau karena banyak yang menggunakan BlackBerry, jadi mereka asyik bertanya berapa pin saya dan bertanya tentang kenapa Mamma Kanin tidak pakai gula dan garam," tutur Inta.
Bukan berkutat pada memasak di dapur, Inta justru disibukkan oleh pertanyaan pelanggan seputar menu yang disodorkan toko daringnya di mammakanin.multiply.com. "Mereka suka bertanya, kenapa kok foto menunya lama di-download. Atau karena banyak yang menggunakan BlackBerry, jadi mereka asyik bertanya berapa pin saya dan bertanya tentang kenapa Mamma Kanin tidak pakai gula dan garam," tutur Inta.
Budi Daya Rumput Laut bagi Nelayan
ANOMALI cuaca yang melanda Indonesia belakangan ini, membuat Metusalach, Profesor Jurusan Perikanan Universitas Has-sanudin Makassar, khawatir. Penduduk Sulawesi Selatan, terutama yang tinggal di Kepulauan Pangkajene (Pangkep), masih mengandalkan melaut sebagai mata pencaharian utama mereka. Keabnormalan cuaca tentunya menutup jalur mereka mencari nafkah sebagaimana ombak laut juga sering kali tinggi dan disertai angin kencang.kabupaten Pangkajene kepulauan (Pangkep) sendiri merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan meliputi 117 pulau dan 12 kecamatan yang berada di pesisir barat Sulawesi Selatan dengan ketinggian antara 0 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Pulau ini bisa dicapai dari kota Makassar dengan menggunakan perahu dengan waktu tempuh 30 menit. Penduduk di kabupaten ini mayoritas menyambung hidup dari perikanan serta pertanian.
Menengarai persoalan itu, bersama dengan Dinas Pendidikan subdivisi Departemen Pendidikan Formal dan Informal Kota Makassar, Metusalach meng-galakkan program pemberdayaan masyarakat (atau disebut kewirausahaan wilayah desa) melalui budi daya rumput laut ke masyarakat daerah pesisir dan kepulauan. Tahun lalu mereka mulai melakukan pendekatan kepada warga di Kepulauan Pangkajene (Pangkep) di Sulawesi Selatan untuk melakukan budi daya rumput laut sebagai pekerjaan altematif dari menangkap ikan.
Menengarai persoalan itu, bersama dengan Dinas Pendidikan subdivisi Departemen Pendidikan Formal dan Informal Kota Makassar, Metusalach meng-galakkan program pemberdayaan masyarakat (atau disebut kewirausahaan wilayah desa) melalui budi daya rumput laut ke masyarakat daerah pesisir dan kepulauan. Tahun lalu mereka mulai melakukan pendekatan kepada warga di Kepulauan Pangkajene (Pangkep) di Sulawesi Selatan untuk melakukan budi daya rumput laut sebagai pekerjaan altematif dari menangkap ikan.
Langganan:
Postingan (Atom)