Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Februari 2011

Produsen Tempe Kesulitan Sesuaikan harga Jual

Produsen tempe di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kesulitan menyesuaikan harga jual setelah ada kenaikan harga kedelai di pasaran.

"Bahan baku tempe berupa kedelai, harganya sejak beberapa waktu lalu naik cukup tinggi, namun kami tidak mungkin kemudian langsung menaikkan harga jual tempe, selain karena ketatnya persaingan di pasaran, juga karena mayoritas konsumen adalah kalangan menengah ke bawah," kata pemilik industri rumah tangga `Tempe Murni HM Buchori` Ponidi, di Sleman, Jumat.

Produk UMKM Yogya Punya Diferensiasi

 Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Greg Moriaty mengatakan, produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Yogya memiliki banyak diferensiasi dan komparatif. Hal ini seharusnya bisa menjadi sebuah keunggulan untuk dijual ke luar negeri. Di samping itu, kolaborasi investasi budaya juga merupakan bidang yang tengah digalakkan Pemerintah Australia agar cepat terwujud.

"Saya berharap, peningkatan hubungan kerja sama im dapat berguna bagi kedua belah pihak," ujarnya dalam acara The International Seminar Budding Sustainable Cooperation Between Yogyakarta and Australia di Hyatt Regency Hotel Yogyakarta kemarin. Kegiatan tersebut digagas Indonesia Australia Business Council (IABC) bekerja sama dengan Pemprov DIY.

Memajukan UMKM Lewat LKM

Krisis yang terjadi pada 1998 dan 2008 yang lalu telah membuktikan bahwa usaha mikro memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi krisis. Usaha mikro terbukti mampu memberikan pelayanan ekonomi yang luas dan berpotensi menjadi sumber pengem-bangan inovasi dan wirausaha baru.

Potensi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus meningkat. Tercatat permintaan kredit perbankan meningkat dengan pesat Total kredit yang dikucurkan sampai akhir tahun hampir mencapai Rp 906 triliun atau 53,1% dari total kredit yang disalurkan oleh perbangkan. Dengan adanya potensi tersebut, UMKM perlu didoronguntuk diperkenalkan sistem keuangan yang baik, sehingga dapat memudahkan untuk mengakses layanan keuangan.

Rabu, 09 Februari 2011

Mahalnya Jadi Wirausaha

Untuk memulai sebuah usaha atau benvirausaha, tidak cukup hanya mengandalkan kemauan yang ditun-jung keahlian. Dukungan modal baik untuk mengawali atau mengembangkan usaha mutlak diperlukan. Apalagi ketika persaingan usaha mulai memanas dengan kehadiran pemain-pemain besar dan asing.

Sayangnya, bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), permodalan masih menjadi barang mewah yang sulit digapai. Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, UMKM masih dihadapkan pada tingginya bunga pinjaman bank. Akibatnya sektor ini tidak bisa berkembang akibat daya saingnya yang rendah.

Minggu, 30 Januari 2011

Agar Toko Online Kian Dilirik

Bisnis daring (online) yang dimiliki Inta Heruwanto (28 tahun) nyaris satu tahun berdiri. Inta pun bersyukur lantaran bisnis makanan bayi yang digarapnya bersama ibu dan kakaknya kian banyak menerima pesanan. Tak ayal, ketertarikan pelanggan yang makin besar itu menimbulkan kesibukan baru bagi Inta.

Bukan berkutat pada memasak di dapur, Inta justru disibukkan oleh pertanyaan pelanggan seputar menu yang disodorkan toko daringnya di mammakanin.multiply.com. "Mereka suka bertanya, kenapa kok foto menunya lama di-download. Atau karena banyak yang menggunakan BlackBerry, jadi mereka asyik bertanya berapa pin saya dan bertanya tentang kenapa Mamma Kanin tidak pakai gula dan garam," tutur Inta.

Budi Daya Rumput Laut bagi Nelayan

ANOMALI cuaca yang melanda Indonesia belakangan ini, membuat Metusalach, Profesor Jurusan Perikanan Universitas Has-sanudin Makassar, khawatir. Penduduk Sulawesi Selatan, terutama yang tinggal di Kepulauan Pangkajene (Pangkep), masih mengandalkan melaut sebagai mata pencaharian utama mereka. Keabnormalan cuaca tentunya menutup jalur mereka mencari nafkah sebagaimana ombak laut juga sering kali tinggi dan disertai angin kencang.kabupaten Pangkajene kepulauan (Pangkep) sendiri merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan meliputi 117 pulau dan 12 kecamatan yang berada di pesisir barat Sulawesi Selatan dengan ketinggian antara 0 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Pulau ini bisa dicapai dari kota Makassar dengan menggunakan perahu dengan waktu tempuh 30 menit. Penduduk di kabupaten ini mayoritas menyambung hidup dari perikanan serta pertanian.

Menengarai persoalan itu, bersama dengan Dinas Pendidikan subdivisi Departemen Pendidikan Formal dan Informal Kota Makassar, Metusalach meng-galakkan program pemberdayaan masyarakat (atau disebut kewirausahaan wilayah desa) melalui budi daya rumput laut ke masyarakat daerah pesisir dan kepulauan. Tahun lalu mereka mulai melakukan pendekatan kepada warga di Kepulauan Pangkajene (Pangkep) di Sulawesi Selatan untuk melakukan budi daya rumput laut sebagai pekerjaan altematif dari menangkap ikan.

Persaingan Kuliner Bebek Kian Ketat

Pengusaha kuliner bebek tidak banyak membuka gerai kemitraan baru selama setahun terakhir

BEBERAPA tahun belakangan, kuliner berbahan bebek menuai popularitas. Masyarakat berlomba-lomba memburu jenis makanan ini. Tak heran, waralaba yang menawarkan aneka sajian bebek pun bermunculan. Hanya saja, kondisi ini menimbulkan persaingan yang ketat. Ini terlihat dari pertumbuhan jumlah gerai yang mungil.

Dari tiga kemitraan yang pernah ditulis KONTAN, tak banyak pembukaan gerai-gerai baru dalam setahun terakhir. Paling banyak, pertambahan jumlah gerai anyar hanya empat outlet saja Padahal, tren daging bebek belum pudar. Berikut ulasan beberapa waralaba bebek yang pernah ditulis KONTAN

Kamis, 27 Januari 2011

Industri Batik Jambi Menyusut

Industri batik jambi lima tahun ini semakin menyusut Sebagian besar produk batik bermotif khas Jambi yang beredar di pasaran lebih banyak dipasok dari Pulau Jawa.

Dosen Program Magister Ekono mika Pembangunan Pascasarjana Universitas Jambi, Profesor M Rahmat, di Kota Jambi, Kamis (30/12), mengatakan, bisnis pemasaran batik jambi semakin marak, tetapi kondisi itu tidak seiring dengan bertambahnya jumlah unit usaha kerajinan tersebut "Jumlah UKM batik justru semakin berkurang," katanya

Di sentra kerajinan batik di Seberang, Kota Jambi, hanya sekitar 30 persen perajin yang masih aktif, sisanya gulung tikar.

2011, Jumlah Wirausahawan Tembus 1%

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarifuddin Hasan menargetkan jumlah wirausahawan menembus 1% dari total penduduk pada 2011, dari sebelumnya hanya sekitar 0,18%. Kendati demikian, angka tersebut dinilai masih minim, karena idealnya jumlah wirausahawan mencapai 2% dari total jumlah penduduk.

"Negara maju seperti Amerika Serikat, jumlah wirausahawannya bisa mencapai 9% dari total penduduk," kata Syarifuddin usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Rabu (29/12).

UKM di Jakarta banyak kendala

JAKARTA - Ketua Kadin DKI Jakarta,Eddy Kuntadi mengatakan, kendati pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta lebih tinggi secara nasional, akan tetapi Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayah ini masih menghadapi banyak persoalan. UKM didera membanjirnya produk impor, suku bunga pinjaman yang masih tinggi di atas 12 persen. Kondisi ini membuat banyak UKM sulit berkembang sehingga berakibat pada tingkat Pemutusan Hubungan Kerja.

"Banyak bisnis UKM turun sehingga terpaksa melakukan PHK. Daya saing yang terus menurun seiring faktor pendukung yang masin jauh dari harapan. Proses perbankan yang berbelit, dengan suku bunga tinggi. Ini persoalan beratyang harus dihadapi pada 2011," kata Edi usai perayaan Natal dan Tahun Baru anggota Kadin DKI Jakarta, kemarin.

BRI layani UKM pertanian

JAKARTA Bank Rakyat Indonesia (BRI) mulai memperkuat pembiayaan usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor pertanian dan peternakan dengan ditopang penguatan jaringan pelayanan yang akan ditambah tahun ini lebih dari 300 kantor.

Direktur UMKM BRI Djarot Kusumajakti mengatakan pembiayaan UMKM sebenarnya telah masuk ke semua sektor usaha baik perdagangan, industri, jasa. Namun, pihaknya perlu memperkuat pembiayaan di sektor pertanian dan peternakan yang bisnisnya telah berkembang.

"Kami terus meningkatkan pembiayaan UMKM di semua sektor usaha, dan untuk pertanian dan peternakan perlu diperkuat karena pelakunya semakin banyak dan produktif sehingga perlu pembiayaan yang lebih besar," katanya, kemarin, (bisnis/fsd

Manfaat Nyata Expo Wirausaha Mandiri

Expo Wirausaha Mandiri 2011 telah selesai digelar minggu lalu. Event tahunan yang dihelat Bank Mandiri melalui program corporate social responsibility (CSR) Wirausaha Mandiri tersebut berlangsung selama tiga hari.

NAMUN, dampak event tersebut bagi para peserta tentu sangatpan-jang. Bukan hanya terengkuhnya jaringan yangluas, melainkan juga tergalinya potensi yang sebesar-besarnya guna mengembangkan usaha mereka di masa depan.

Tengok saja Surya Adhitama, pemenang untuk kategori Kreatif dan Terinova tif Penghargaan Wirausaha Mandiri. Sepulang dari expo ini, Surya, yang membuka usaha di bidang embedded system, akan memproduksi mesin sistem antre-an yang dia beri nama Ique-Inteli-gentqueuingSystem dalam jumlah lebih banyak guna memenuhi permintaan calon customer.

Pasar Kumbasari, Pusat Lukisan Bali Berharga Miring

Pasar Kumbasari layak mendapat julukan pasar seni. Ketika memasuki sentra ini, arsitektur khas Bali begitu kental. Dinding di gedung pasar lantai paling bawah terdapat ukiran-ukiran simbol yang menggambarkan cerita kehidupan masyarakat Bali. Di lantai atas, para pelukis beraksi menuangkan idenya di kanvas.
Nuansa etnik di lantai paling atas Pasar Kumbasari semakin kental dengan lukisan hasil karya seniman Bali yang terpampang di masing-masing kios. Di sini, pengunjung bisa melihat para seniman beraksi menggores kuas di atas kanvas.

Ada pelukis yang mewarnai pola yang sebelumnya sudah digambar dengan pensil. Tapi, tak sedikit pelukis yang langsung menuangkan imajinasi mereka dalam warna-warna di atas kanvas.
Hasilnya, sudah pasti unik dan tak sama, meski sama-sama berasal dari tangan pelukis Pulau Dewata. Sebab, tiap pelukis memiliki karakter masing-masing dalam mengekspresikan atau menuangkan ide mereka.
Made, pelukis di Pasar Kumbasari menuturkan, meski kerap menerima pesanan yang sama dengan tema bunga, ia selalu membuat sentuhan yang berbeda pada tiap lukisannya. "Jika pelanggan memesan 50 lukisan bunga dengan satu tema, maka saya akan membuat perbedaan pada 50 lukisan bunga tersebut, walaupun berada dalam satu tema, misalnya, bunga kamboja," tuturnya.